Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Peserta tes calon perangkat Desa Temuireng layangkan surat ke Dispermades Berita

Pemalang, Suara Komunitas. - Setelah audiensi antara peserta tes calon perangkat desa dengan panitia Desa Temuireng gagal mencapai kesepakatan, Senin (27/11) kemarin, akhirnya hari ini, Rabu (29/11) perwakilan peserta melayangkan surat kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermades) Kabupaten Pemalang.

Dalam rilis yang dikirimkan kepada Wartadesa, Eky Diantara, mengungkapkan bahwa langkah tersebut diambil untuk mencari titik temu adanya dugaan kejanggalan pada mekanisme pelaksanaan tes dan dugaan adanya cacat proses dalam tes tertulis.

Baca: Audiensi peserta tes calon perangkat Desa Temuireng memanas

Tes Seleksi Calon Perangkat Desa Temuireng Dipertanyakan

"Kami mencatat ada sembilan kejanggalan pada mekanisme pelaksaanaan yang menimbulkan kecurigaan/kekurang percayaan kepada panitia. Selain itu kami menemukan delapan cacat proses selama tes tertulis," tutur Eky.

Sembilan dugaan kejanggalan mekanisme tersebut meliputi, tidak adanya pembekalan bagi peserta, hasil tes wawancara dan uji kompetensi tidak diumumkan langsung, tidak adanya saksi, pemilihan tim pembuat soal tidak berdasarkan pengundian yang dilakukan dihadapan peserta, tidak adanya pengawalan tim pembuat soal, adanya orang lain yang keluar-masuk ke ruang pembuatan soal selain tim, tidak ada tanda tangan dalam lembar jawab yang dibagikan ke peserta, tidak adanya pengawalan lembar jawab dari peserta ke meja koreksi dan adanya lembar jawab yang tertinggal/tercecer saat proses koreksi.

Eky mencatat delapan cacat proses pada tes calon perangkat desa setempat, meliputi, kerahasiaan tim perumus soal tidak terjamin, tidak adanya saksi, pembuatan soal tidak ada pengawalan dari saksi, adanya orang yang bebas keluar masuk ruangan pembuatan soal selain panitia, tidak adanya pengawalan saat lembar jawab diambil dari peserta untuk dilakukan koreksi, tidak adanya penjagaan di ruang koreksi, dan saat koreksi tidak dibacakan kembali soal yang telah dibuat.

Sementara itu, Kepala Desa Temuireng sebelumnya pada Selasa (28/11) melakukan koordinasi dengan peserta tes calon perangkat desa setempat, dengan mengundang mereka ke balai desa setempat. Namun pertemuan tersebut tidak dihadiri oleh undangan karena undangan yang dikirimkan sangat mendadak.

"Kemaren sore pihak Pemdes Temuireng sudah mengudang kami untuk msyawarah, tapi kami tidak bisa menghadiri dikarenakan undangan mendadak, yaitu undangan diserahkan jam 15.00 WIB, sedang jadwal kehadiran jam 15.30 WIB," lanjut Eky.

Undangan tersebut rencananya akan membahas proses rekontruksi tes calon perangkat desa setempat. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui kapan rekontruksi tersebut akan dilaksanakan. (Eva Abdullah/Wartadesa)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.08861 seconds.