Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Tes seleksi calon Perangkat Desa Temuireng dipertanyakan Berita

Pemalang, Suara Komunitas. - Tes seleksi calon Perangkat Desa Temuireng Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah dipertanyakan warga. Pasalnya dalam tes seleksi tersebut tidak ada saksi dalam tata tertib pemilihan.

Eky Diantara mengungkapkan bahwa seleksi penerimaan Perangkat Desa Temuireng melalui beberapa tahapan, mulai dari seleksi administrasi, tes kesehatan, wawancara,  praktik pidato dan komputer, serta tes tertulis sebagai penentu calon jadi atau tidaknya, dengan menggunakan sistem gugur.

Pihak panitia membuka dua lowongan perangkat desa yakni kepala dusun 1 yang diikuti oleh lima calon dan kepala dusun 6 yang diikuti oleh enam calon peserta. Namun peserta mempertanyakan tiadanya saksi dalam proses seleksi tersebut.

"Saya sendiri sudah melayangkan surat keberatan ke pihak panitia terkait dengan proses dan tahapan serta kenapa tidak dihadirkannya saksi dari calon pada proses perumusan soal." Tutur Eky, Kamis (23/11).

Eky mengaku belum mendapatkan kabar dari panitia terkait keberatannya tersebut, "sampai detik ini saya belum dikabari terkait  surat keberatan saya. Semoga ada mediasi sebelum kades memberikan rekomendasi ke kecamatan (penetapan)," lanjutnya.

Selain tidak adanya saksi saat perumusan soal, pada saat koreksi lembar jawab, ada dua lembar jawab yang tertinggal, tidak dimasukkan dalam satu amplop. "terlebih pada saat koreksi hasil tes, ada dua lembar jawaban yang tertinggal atau tidak dimasukkan dalam satu amplop. Dan terindikasi jawaban yang tertinggal itu milik dua calon terpilih," tambah Eky.

Sementara itu menurut Rafli Muhammad, warga tidak mempermasalahkan siapapun yang jadi perangkat desa, namun perlu adanya keterbukaan. "harus ada kejelasan, kami warga Desa Temuireng sama sekali tidak mempermasalahkan siapapun yang jadi, asal berjalan sesuai ketentuan yang ada dan terbuka. Dan yang terpenting saksi masing-masing calon harus ada." Ujarnya. (Eva Abdullah/Wartadesa)

 

 

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09013 seconds.