Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Gema Alam NTB Lounching Enam Desa Ekowisata Berita

Lombok Timur, Suara Komunitas. - Lima ratusan pengunjung, berjubel padati acara pembukaan Festival Ekowisata Berbasis Masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di tengah rimbunan pohon raksasa, Wisata Gawar Gong Desa Beririjarak Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur,  Kamis 23/11/2017.

Pengunjung tersebut, disuguhi pentas seni dari berbagai komunitas. Pentas teater, rudat, alunan music gamelan, tari ala sasak dan pentas music modern juga menggaungkan acara festival itu.

Pada acara tersebut sekaligus launching enam destinasi ekowisata yang ada di kawasan sub-DAS Pohgading Sunggen dan Pancor Barong. Dikutip dari pernyataan Haiziah Gazali Ketua Gema Alam NTB. Desa tersebut diantaranya Desa Mekar Sari, Sapit, Suela, Kecamatan Suela, Desa Beririjarak Kecamatan Wanasaba, Desa Jurit Baru dan Pringgasela Selatan Kecamatan Pringgasela.

Haiziah Gazali alias Zico juga menambahkan, pengembangan ekowisata berbasis masyarakat mulai dikampanyekan tahun 2016 yang melibatkan Desa Peringgasela penghasil kain tenun, Beririjarak potensi Gawar Gong, Suela olahan makanan dan wisata alam persawahan, Sapit desa penelitian dan rumah adat dan Mekar Sari dengan Puncak Semaring, Jurit Baru dengan pengolahan sampah.

"Ekowisata itu sendiri merupakan kegiatan yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, sosial, budaya, ekonomi masyarakat dan unsur pendidikan," kata Zico.

Selain kegiatan hiburan, juga kegiatan pendidikan lingkungan untuk anak tingkat SD-SMP. Ada juga lomba homestay untuk warga masyarakat 6 desa kawasan, talkshow seputar ekowisata berbasis masyarakat, pameran produk, belajar mengolah jahe dan sekolah tenu.

Hal berbeda disampaikan Kepala bidang Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur, Ahyak Mudin, konsep ekowisata berbasis masyarakat akan terus kita gaungkan untuk mendukung keberlanjutan perkembangan pariwisata di Kabupaten Lombok timur.

“dengan agenda yang cukup unik, lokasi laucing, pentas dan kegiatannya saja berbeda dari konsep yang lain, dan itu artinya ekowisata ini kita gaungkan hingga tingkat internasional” tegas Ahyak saat menyampaikan pidatonya.  

Untuk diketahui, kegiatan ini digelar atas nama Konsorsium RMI-Gema Alam NTB yang di dukung oleh Program MCA-Indonesia. (305)

 

 

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09201 seconds.