Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Gas Melon di Kabupaten Pekalongan langka Berita

Kajen, Suara Komunitas. - Kelangkaan gas elpiji (LPG) ukuran tiga kilogram atau lebih dikenal dengan gas melon di Kota Santri terjadi di beberapa wilayah. Kelangkaan tersebut menjadikan idola para ibu ini naik tinggi harganya, sebelumnya gas melon bisa dibeli seharga 17 ribu kini mencapai 22 ribu pertabungnya.

Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Pekalongan Abdul Baqi di Pekalongan mengungkapkan bahwa  ketersediaan elpiji bersubsidi atau gas melon di Kabupaten Pekalongan tidak ada masalah karena pasokannya mencapai 785.880 tabung.

Menurut Baqi, kelangkaan elpiji bersubsidi itu dimungkinkan terjadi karena adanya peningkatan konsumsi di masyarakat. "Kelangkaan elpiji bersubsidi itu karena adanya peningkatan konsumsi gas terhadap masyarakat. Oleh karena itu, kami akan mengirim surat pada Pertamina untuk membahas kelangkaan elpji," Tuturnya, Ahad (19/11)

Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, segera melakukan operasi pasar (OP) elpiji bersubsidi terkait dengan terjadinya kelangkaan dalam sepekan terakhir ini. Lanjut Baqi. "Kelangkaan elpiji bersubsidi, akhir-akhir ini terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Pekalongan sehingga perlu dilakukan OP gas berbobot 3 kilogram itu," katanya.

Karin, ibu muda asal Paninggaran mengungkapkan bahwa kelangkaan gas melon di wilayahnya sudah hampir seminggu, "Seminggu ini susah banget nyari gas melon, kalau ada pun ... berebut, sekarang saja harganya bisa sampai 22 ribu," tuturnya Senin (20/11).

Karin berharap agar pemerintah setempat segera bertindak cepat untuk melakukan operasi pasar. (Eva Abdullah)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.08889 seconds.