Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Kisah Isteri Tangguh, Urusi Keluarga Tak Berdaya Pengalaman

 

Lombok Timur, Suara Komunitas. - Di suatu perkampungan kecil sebut saja Dusun Erot yang terletak di Desa Kalijaga Timur Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur. Sebuah keluarga kecil yang beranggotakan seorang ayah, ibu, dan dua orang anak. satu orang anak laki-laki dan satu anak perempuan.

Dimana kondisi keluarga tersebut sangat memperihatinkan. Seorang ayah yang seharusnya memiliki peran dan tanggung jawab terbesar dalam keluarga. Sejak dua tahun lalu hingga saat ini diduga mengidap penyakit gagal ginjal.

Penyakit itu merenggut semua hak dan kewajibannya sebagai seorang ayah. Dimana seorang ayah tulang punggung buat anak-anaknya dan istrinya.

Penyakit gagal ginjal yang diderita sejak dua tahun ini sudah hampir membuatnya hilang semangat untuk hidup. Tapi disampingnya selalu ada penyemangat dan senantiasa membangkitkan semangat hidupnya.

Sahurim (35) adalah sosok istri yang selalu ada dan tetap setia menjaga dan merawatnya. Karena penyakit yang diderita suaminya sangat berat, mau tidak mau dia harus mengambil tanggung jawab suaminya demi keluarganya.

Tiga hingga empat kali dalam sepekan ia harus ke pusat kesehata, membawa suaminya cuci darah. Dimana dia harus membawa suaminya ke RSUD Selong untuk melakukan tindakan cuci darah. Tempat itu terkadang dia berurai air mata menyaksikan kondisi suaminya yang terkapar di atas ranjang kecil. Dalam ruangan rumah sakit ditemani bermacam bentuk jarum dan selang-selang infus yang menempel di tubuh suaminya.

Tapi dia merupakan perempuan tangguh yang tidak pernah menyerah dan mengeluh. “Saya Mampu”. Kalimat ini selalu terlontar di bibir tulusnya ketika si suami mulai mengalami kondisi sakit parah. “Kalau saya tidak mampu gak mungkin Tuhan memberikan saya rahmat seperti ini” ujarnya perempuan anak dua itu.

Untuk menghidupi keluarganya, dirinya harus bekerja menjadi buruh harian di sawah warga. Tapi tidak pernah sedikitpun terbersit dipikirannya untuk menjauhi suaminya yang dalam kondisi lemah. Meskipun dengan keterbatasan biaya dia selalu optimis kalau suaminya akan menjalani hidup dengan layak. (Enipatir, Speaker Kampung)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.08915 seconds.