Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Kawanan Pencuri Resahkan Warga Sambelia Berita

Lombok Timur, SK - Pencurian yang terjadi di Sambelia, Lombok Timur, NTB, akhir-akhir ini kian masif. Para kawanan maling ini menyasar rumah-rumah warga, sekolah, dan instansi pemerintah lainnya. Mereka mencuri alat elektronik seperti laptop, handphone, uang hingga jutaan rupiah, sepeda motor dan barang-barang berharga lainnya.

Polisi sektor Sambelia terus berusaha mencari keberadaan kawanan maling yang meresahkan warga selama ini. Hasil kerja keras satuan polsek Sambelia berhasil mengamankan dua orang pelaku yang masih di bawah umur. Kedua pelaku tersebut diamankan ke kantor polsek Sambelia, berikut barang bukti berupa dua unit sepeda motor Honda. Sedang alat elektronik seperti laptop, katanya, belum bisa diambil karena sudah dijual. Meski begitu polisi berjanji akan menyelidiki keberadaan laptop yang sudah dijual itu.

Wakapolsek Sambelia, Ahmad Yani, ketika ditemui di kantornya mengatakan, kedua pelaku yang berasal dari wilayah Kecamatan Sambelia ini ditangkap di lokasi dan waktu berbeda, satu di Bunut Tunjang, Desa Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya, pada (6/10) sore, dan satunya lagi di Desa Labuhan Pandan, Kecamatan Sambelia, pada (7/10) siang.

Dengan ditangkapnya dua orang pelaku yang memang sudah menjadi target jajaran kepolisian sektor Sambelia ini maka akan membuka jalan kepolisian untuk bisa mengungkap kawanan pencuri lainnya yang disinyalir lebih dari 15 orang. Menurut Ahmad Yani, kawanan pencuri ini begerak secara berkelompok dan masing-masing kelompok beranggotakan tiga hingga empat orang.

"Kawanan pencuri ini sekitar 15-an orang. Ketika melakukukan aksi mereka berkelompok antara 3-4 orang," terang Ahmad Yani ketika ditemui di kantornya, pada (7/10).

Setelah kanit reskrim polsek Sambelia Hendra Wijaya melakukan BAP, pagi itu juga, kedua pelaku langsung dibawa ke polres Lombok Timur, guna tindakan lebih lanjut agar kawanan pencuri yang meresahkan warga Sambelia belakangan ini bisa terungkap, berikut otak dibalik kejahatan ini, sebab pelakunya melibatkan anak dibawah umur. (Fikri MS)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.0891 seconds.