Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Wakil Bupati KLU, Apresiasi Ritual Adat Taeq Lauq Masyarakat Adat Wet Sesait Berita

Tanjung,(SK),--- Ritual adat yang pernah dilakukan oleh masyarakat adat wet Sesait pada jaman dulu, kini kembali di gelar di Montong Gedeng, Selasa (05/09).

Ritual Adat Taeq Lauq tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Lombok Utara, Syarifudin, Kepala Dinas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lombok Utara, Camat Kayangan, Kapolsek Kayangan, Dan Pos Ramil Kayangan, para Kepala Desa, para Kadus, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, para Mangku adat wet Sesait, para tokoh kaum wanita, para pemuda dan masyarakat serta undangan lainnya.

Taeq Lauq disebut demikian karena memang masyarakat adat Sesait Kuno kala itu, ketika melaksanakan ritualnya, mereka harus naik ke Montong Gedeng (Gunung Kayangan) ini.

Kades Kayangan Edy Kartono mengatakan, ritual adat yang dilaksanakan pihaknya saat ini, rutin dilakukan setiap bulan lima tahun hijriyah menurut perhitungan kalender Jango Bangar. Dilaksanakannya ritual adat Taeq Lauq ini karena memang ditempat ini dulunya masyarakat Sesait Kuno tahun 1966 kebawah, melaksanakan ritual adatnya secara turun temurun.

Pelaksanaan ritual adat yang disebut dengan Taeq Lauq ke Montong Gedeng ini, sesungguhnya para orang tua Sesait Kuno yang dikenal dengan sebutan Tau Lokak Empat (Penghulu,Pemusungan,Mangkubumi dan Jintaka) tersebut, dulunya pada setiap bulan lima melakukan sangkep (musyawarah) di lereng sebelah selatan Montong Gedeng (Gunung Khayangan) ini. Adapun yang dibicarakan pada saat itu adalah kapan dimulai membuka tanah dan kapan dimulai musim pola tanam.

Itulah sebabnya, kata Edy Kartono, masyarakat Sesait Kuno saat itu, sebelum Tau Lokak Empat ini selesai melaksanakan rapat ditempat ini tidak ada yang berani memulai melaksanakan pola tanam. Karena mereka patuh dan taat pada aturan yang sudah ditetapkan secara turun-temurun.

Terkait dengan pelaksanaan ritual Taeq Lauq yang dilakukan kali ini adalah semata-mata untuk menapak tilas perjalanan panjang sejarah masyarakat Sesait Kuno yang pernah ada pada jamannya. Selain itu, sebagai bentuk wujud syukur bagi generasi penerus untuk terus dipertahankan sebagai warisan budaya lokal, sehingga kedepan, oleh Pemerintah Daerah, lokasi ini akan di tata dan di kemas sedemikian rupa untuk dijadikan sebagai destinasi tujuan wisata khususnya di Kayangan dan umumnya di Kabupaten Lombok Utara di masa mendatang.

Pada kesempatan tersebut, tampil pembekel adat wet Sesait, Masidep, menjelaskan secara singkat asal-usul mengapa ritual adat Taeq Lauq ini dilakukan masyarakat adat Sesait Kuno sebagai penganutnya. Sehingga seluruh masyarakat yang hadir yang sebagian besar dari kalangan muda dan beberapa tokoh pelingsir adat ini memahaminya. Untuk lebih rinci, Masidep berjanji akan menulisnya dalam sebuah buku sehingga bias diketahui secara menyeluruh oleh masyarakat penganutnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Syarifudin dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan ritual adat Taeq Lauq yang di gelar oleh masyarakat wet adat Sesait tersebut. Sehingga kedepan, Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, akan mencoba menata dan mengkemasnya sebagai salah satu destinasi tujuan wisata yang sangat potensial untuk di kembangkan, sehingga dengan demikian tentunya akan dapat membantu perekonomian masyarakat sekitarnya lebih meningkat.(eko)
 

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09754 seconds.