Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Pemda Jangan "latah" Ikut-ikutan Membangun di KEK Mandalika Berita

TALENTA FM LOMBOK TENGAH,SK - Ditengah berbagai pembangunan yang dilakukan Indonesia Tourizm Depelovment Corpooratin (ITDC) diwilayah selatan Lombok Tengah, Pemerintah Daerah (Pemda) diharapkan jangan” latah” dengan ikut-ikutan membangun wilayah tersebut. Demikian disampaikan Anggota DPRD Dapil IV Praya Barat-Praya Barat Daya, Lalu Fathurrahman/ Fath Sasak , senin (21/8) 2017 di Kantor DPRD setempat.

Anggota dewan dari fraksi Demokrat ini menyatakan, saat ini pemda seolah-olah terbawa-bawa dengan pembangunan yang sedang dilakukan oleh ITDC di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Resort, padahal kawasan itu sudah jelas yang mengurusnya yakni ITDC dengan anggaran dari APBN.”Dengan demikian maka biarkan kawasan itu sepenuhnya dibangun hingga tuntas oleh ITDC itu sendiri,”katanya.

Pemda tidak perlu lagi memikirkan wilayah tersebut, apalagi sampai harus menggelontorkan APBD Lombok Tengah. Yang mesti dilakukan, bagaimana pemda mendorong wilayah-wilayah lain untuk berbenah dan membangun berbagai potensinya masing-masing seperti kawasan Lombok Selatan bagian Praya Barat dan sekitarnya.”Misalnya seperti Mawun, Mekar Sari,Selong belanak hingga Montong Ajan,”Ungkapnya.

Pemerintah diminta untuk mendorong agar berbagai permasalahan yang ada diwilayah tersebut dibantu penyelesainya. Baik itu persoalan lahan yang harus clear and clear, soal masalah infrastruktur baik jalan dan juga lampu penerangan jalan dan juga infrastruktur pendukung lainya. “Kita ketahui bersama sejumlah infrastruktur pendukung pariwisata diwilayah itu saat ini masih belum maksimal. Maka peran pemerintah sangat dibutuhkan disana,”tandasnya.

Selain soal infrastruktur tersebut, adanya masalah yang terkait dengan tata ruang Lombok Tengah, juga hraus diperjelas. Sampai dimana batasan-batasanya sehingga para pelaku wisata yang ingin mengembangkan wisata didaerah tersebut tidak lagi direcoki oleh masalah roi pantai yang hingga saat ini tidak jelas. Karena hal itu sangat menggangu konsentrasi mereka untuk membangun wilayah tersebut.

Setelah itu, barulah pemerintah menggelontorkan berbagai program penataan sebagaimana yang dilakukan oleh ITDC diwilayah pantai kuta dan sekitarnya, sesuai dengan kemampuan anggaran yang dimiliki oleh pemerintah. Selain penataan pariwisata juga diperlukan penataan bagi para petani nelayan diwilyah Praya Barat dan sekitarnya.”Kami tidak butuh janji-janji pemerintah yang bilang akan dibangun sekian hotel oleh investor dan yang lainya, pemda yang harus memulai dengan melakukan penatataan disana,”pungkasnya. (ding)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.27749 seconds.