Suara Komunitas
Saatnya warga bersuara, tidak hanya disuarakan

Luwu Utara Bangun Kampung dengan Konsep Smart Village Berita

MASAMBA (SK) --- Membangun dari pinggir yang menjadi jargon pemerintahan Jokowi-JK bisa diartikan sebagai upaya membangun kesejahteraan masyarakat dengan memusatkan pembangunan dari kampung atau desa. Dan upaya cerdas ini kemudian ditangkap secara cerdas pula oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara, dalam hal ini Bupati Indah Putri Indriani sebagai top leader di daerah pecahan Kabupaten Luwu tersebut.

Seperti apa wujudnya? Jika tak ada aral melintang, pada 17 Agustus mendatang, saat Malam Ramah Tamah di Rujab Bupati bakal dilakukan penandatanganan MoU dengan pihak PT. Telkom sebagai langkah awal mewujudkan konsep Smart Village atau Desa Cerdas atau Desa Pintar, yang kemudian menjadi langkah awal mengejawantahkan jargon pemerintahan Jokowi-JK tersebut.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Luwu Utara, Arief R. Palallo, membenarkan hal itu. Saat ditemui di kantornya, Jumat kemarin, Arief yang juga eks Kepala Kantor Pengelolaan Data Elektronik (PDE) era Bupati Luthfi Andi Mutty itu mengatakan, sebagai langkah awal mewujudkan konsep Smart Village, maka akan dilakukan Penandatanganan MoU antara Pemerintah Desa dengan PT. Telkom pada 17 Agustus mendatang.

“Saat malam ramah tamah, kita lakukan penandatanganan MoU antara Pemerintah Desa dengan Telkom yang disaksikan ibu Bupati. Seluruh Kades akan melakukan penandatangan MoU tersebut,” ungkap Arief. Saat ditanya kenapa harus desa? Arief menjelaskan bahwa desa butuh sentuhan perubahan lewat teknologi informasi, sehingga desa bisa setara dengan kota secara cepat dan berkesinambungan. “Biar desa setara dengan kota,” katanya.

Pun saat ditanya kenapa harus menggandeng Telkom sebagai mitra dalam mewujudkan konsep smart village. Arief beralasan karena Telkom satu-satunya perusahaan yang memiliki infrastruktur paling lengkap dan merata di Indonesia. “Kita menggandeng Telkom karna memiliki infrastruktur yang merata di seluruh Indonesia. Dia punya satelit, sehingga mudah melakukan akses internet di wilayah terpencil,” terangnya.

Meski demikian, kata Arief, Smart Village tetap harus berlandaskan pada kearifan lokal sebagaimana visi Luwu Utara. Artinya, meski harus membangun dengan cara kekinian, tetapi tetap tidak meninggalkan warisan leluhur yang berlandaskan pada kearifan lokal. Mimpi memang harus melangit, tapi kaki tetap harus menginjak bumi. “Konsep smart village tetap berlandaskan pada kearifan lokal sesuai visi Luwu Utara,” pungkas Arief (Lukman Hamarong)

Komentar (0)

Belum ada komentar pada tulisan ini. Silakan jadi komentator pertama dengan mengisikan formulir disamping
Page generated in 0.09243 seconds.