01/08/2018

Jakarta, SK – Polri menjamin keamanan pelaksanaan Asian Games yang akan dilaksanakan pada 18 Agustus 2018 mendatang di Jakarta dan Palembang. Banyaknya peserta dari 45 negara maka diperlukan pengamanan yang ekstra. Setidaknya sebanyak 40.000 lebih personil TNI dan Polri akan disiagakan untuk pengamanan.

Kepala Divisi Humas Polri, Setyo Wasisto, mengatakan pihaknya mewaspadai adanya aksi terorisme, kejahatan di jalanan (street crime), kemacetan lalu lintas serta kebakaran hutan dan lahan yang dapat mengancam kelancaran pelaksanaan Asian Games. Oleh sebab itu sejumlah persiapan agar hal tersebut tidak terjadi telah dilakukan sejak dini.

“Kalau ada gangguan akan segera kita tindaklanjuti yang dapat mengganggu kelancaran dan kita antisipasi supaya tidak sampai terjadi. Seluruh polda di empat wilayah (Polda di Sumatra Selatan, Jakarta, Banten dan Jawa Barat) sudah kita siagakan,” ujar Setyo Wasisto dalam Forum Promoter dengan tema Sukseskan Asian Games 2018 di Hotel Camarossa Cosmo, Jakarta Selatan, Selasa kemarin (31/7).

Selain Polri, PT PLN (Persero) juga menjamin suplai listrik untuk pelaksanaan Asian Games terpenuhi khususnya untuk vanue-vanue tempat pertandingan berlangsung dan penginapan para atlet. General Manager PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya), M. Ikhsan Asaad, mensiagakan 3.500 personil untuk membantu distribusi listrik aman dan tidak ada gangguan.

Ikhsan memprediksi untuk konsumsi listrik selama pelaksanaan Asian Games khususnya di Jakarta, akan mengalami kenaikan sekitar 4 – 5 persen atau 100 – 300 megawatt (mw) dari beban puncak di Jakarta sekitar 5.000 mw. Untuk memastikan tidak ada listrik padam saat penyelenggaraan Asian Games, PLN Disjaya menyiapkan skema tiga lapis untuk membackup pasokan listrik utama manakala terjadi gangguan. Setidaknya PLN menyiapkan genset, Unit Power Saving (UPS) dan juga power bank di setiap vanue baik yang di Palembang maupun di Jakarta.

“Meski kita fokus ke Asian Games tapi kita tidak akan meninggalkan layanan ke masyarakat. Jangan ragu kalau listrik bakal byarpet,” ujarnya.

Dari sisi ekonomi, Ekonom Indef, Bhima Yudhistira Adhinegara, menambahkan pelaksanaan Asian Games yang diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Bahkan pesta olahraga terakbar ini akan berdampak positif terhadap iklim investasi, penyerapan tenaga kerja dan menggerakkan ekonomi kelas menengah ke bawah (UKM).

Asian Games tersebut dikatakannya akan mengerek konsumsi rumah tangga. Hal ini akan sangat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Terlebih dengan kondisi pelemahan rupiah ini, para wisatawan asing akan terdorong untuk berbelanja lebih banyak. Hal ini membuat daya saing produk – produk nasional terutama dari UMKM akan terangkat dari sisi harga produk.

“Kalau melihat adanya event besar Asian Games lalu nanti ada IMF World Meeting dampak kenaikan konsumsi rumah tangga bisa naik 5,1 – 5,2 persen. Bahkan kalau pelaksanaan lancar akan mendorong investasi masuk lebih banyak terutama ditengah tahun politik,” ujar dia. (Jodins Sadewo)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

kartal escort pendik escort sex hikaye